Caca adalah anak yang paling doyan makan cokelat. Jadi, ya wajar bila teman-teman menjulukinya si CacaCoco. Nah, belakangan ini di SD PURESAMIA tempat Caca sekolah, sedang heboh berita tentang adanya setan kecil yang pernah menampakkan dirinya. Bersamaan dengan mulai hebohnya berita itu, Caca juga sering kehilangan coklatnya.
Rifda : “Hai teman teman, ternyata di sekolah kita ada penunggunya!”
Aya : “What? Penunggu?”
Andari : “Iya, penunggu. Apa kamu belum tau, berita tentang setan yang menampakkan dirinya kemarin di sekolah kita ini?”
Aya : “O, itu. Aku sudah tau sich dari teman-teman, tapi aku masih tidak percaya, n masih bingung”
Rifda : “Itu beneran Aya, kamu harus percaya, emm kalau tidak nanti kamu yang jadi korban berikutnya, hiii seremmm”
Andari : “Hah? korban selanjutnya? apa maksudmu rif?
Rifda : “Hahahaha”
Aya : “ Mungkin Rifda sudah gila”
Rifda : “Ehhh jangan gitu donk!! aku masih waras 100%, maksudku, nanti Aya yang akan di bayang-bayangi sama hantu itu”
Aya : “Aduh, aku takut bangetttt, kamu jangan doain aku ketemu hantu”
Rifda : “Makannya, kamu harus percaya adanya hantu itu!”
Andari : “Emm iya Aya, apa yang Rifda bilang itu beneran loh! hihihihi”
Aya : “Aduh, rasanya aku pengen ngompol dech, aku mau ke kamar mandi dulu ya, udah gak tahan nich”
Andari : “Silahkan, tapi hati-hati ketemu sama si setan ya!!”
Aya : “Huhh”
Aya pun pergi ke kamar mandi dengan tergesah-gesah, Caca dan Azzahra yang keherananpun bertanya pada Andari dan Rifda
Caca : “Eh, si Aya kenapa? kok seperti tergesa-gesa? mau kemana dia?”
Rifda : “ Hihihi, si Aya lagi kebelet, dia abis kita jailin”
Azzahra : “Jailin apa?”
Andari : “Kalian taukan si Aya itu sangat takut sekali dengan yang namanya hantu?”
C&A : “Iya kami tau”
Caca : “Loh kok bareng?”
Azzahra : “Mungkin kita memang sehati”
Rifda : “Sudah sudah, mau tau nggak?”
Azzahra : “Iya kami ingin tau”
Andari : “Tadi kami menakutinya bahwa ia akan bertemu hantu, habis, dia tidak percaya adanya hantu di sekolah kita ini sih”
Caca : “O iya, aku lagi bingung nih temen temen”
Rifda : “Bingung kenapa ca?”
Caca : “Belakangan ini bersamaan dengan tampaknya hantu di sekolah kita, coklat coklat coklatku sering hilang”
Andari : “Lalu kamu anggap, bahwa pencuri coklatmu itu...”
Caca : “Iyap, betul”
Rifda : “Tapi aneh, tidak mungkin dia suka coklat”
Azzahra : “Ah, sudahlah ca. relakan saja coklatmu itu”
Caca : “Tidak bisa, tubuhku rasanya sangat panas jika tidak makan 25 bungkus coklat setiap harinya”
Andari : “Astaghfurullah, 25 bungkus coklat? setiap hari? makannya tubuhmu gendut seperti ini”
Aya : “Haduh lega, eh teman teman tadi bu Ani bilang besok kelas 6 champing selama 3 hari di hutan BEDIAHAMA, yang terkenal dengan keindahannya itu loh”
Azzahra : “Wow, I like it”
Rifda : “O iya ayo kita cari guru saja, kok dari tadi gurunya belum datang juga ya?”
Semua : “Ayo”
Keesokan harinya, mereka berkumpul di sekolah, dan berangkat menggunakan bis. Sang hantu sepertinya sangat ingin selalu dekat dengan murid murid kelas enam, akhirnya ia ikut ke hutan. Sesampainya di hutan
Pembimbing : “Adik adik, sekarang silahkan buat tenda masing regu satu”
Murid : “Baik kak”
Azzahra : “Teman teman, ayo kita pasang tenda disini saja”
Rifda : “Ayo”
Andari : “eh teman teman, aku dan Aya akan mencari air dulu ya, kira kira sungai ada dimana ya?”
Aya : “Ayo kita tanya ke kak Milka saja”
Andari : “O iya, ayo”
Caca : “Eh an, ya, jangan lupa bawa kompas, supaya tidak tersesat, OK?”
AA : “Wokai”
Akhirnya, mereka berangkat mencari air berdua. Tetapi..
Aya : “Emm, tadi kita ke arah mana ya? aku lupa”
Andari : “Wah, bagaimana ini, aku juga lupa”
Aya : “Hah? kita tersesat!”
Andari : “Aduh, gimana ini? hiks ma..ma..”
Aya : “Udah, jangan cengeng. ayo kita cari jalan keluar saja”
Andari : “Ayo”
Aya : “Dengar Andari ada suara anak kecil tertawa, apa itu teman teman kita?”
Andari : “Hiks, mudah mudahan iya”
Mereka menghampiri asal suara itu.
Andari : “Siapa mereka?”
Aya : “Aku juga tidak tau, mereka sangat aneh, dan sepertinya mereka jahat”
Andari : “Iya, aku takut nih”
Kurcaci Imut (KI) : “Hai, siapa kalian?”
Andari : “Hah? Ayaaaaa, aku takuuuttt”
Aya : “Hai juga, kami dari kota yang sedang berkunjung kemari, kami tersesat saat mencari air disini”
Kurcaci Lucu (KL) : “Oh, begitu, mari mendekat. Tidak usah takut. Kami tidak akan memakan kalian kok”
Aya : “Andari sepertinya mereka baik, ayo kita mendekat”
Andari : “Tidak, aku takut”
Aya : “Ya sudah, aku mau kesana ah”
Andari : “Aya aku takut”
KL : “Hai, kenalkan aku kurcaci Lucu, dan ini adikku, kurcaci Imut”
KI : “Hai, nama kalian siapa?”
Aya : “Namaku Aya, dan ini temanku Andari”
KI : “Aya, mengapa temanmu gemetar begitu?”
Aya : “Hihihi dia takut pada kalian”
KL : “Oh, tidak usah takut, kami baik kok. Em bagaimana ceritanya kalian bisa tersesat disisni?”
Aya menceritakan semuanya pada Kurcaci tersebut. Dan sepertinya dua Kurcaci itu siap membantu mereka. Di tempat champing, semua sedang bingung mencari Aya dan Andari.
Rifda : “Ini sudah hampir petang, tetapi Aya dan Andari belum kembali juga, bagaimana ini?”
Azzahra : “Iyanih, gimana ini ca? Kamu kan pemimpin regu, ca, caaaaa, cacaaaaaaaaaa”
Caca : “Ada apa sih Zahra? coklatnya enak bangetnih”
Rifda : “Caca, caca. kamu ini pemimpin regu tapi tidak tanggung jawab banget sih”
Azzahra : “Aya dan Andari hilang ca, apa yang sebaiknya kita lakukan?”
Caca : “Hah? hilang? Aya? Andari? hilang?”
Rifda :”Iyaaa”
Azzahra : “Bagaimana kalau kita lapor ke kak Milka saja?”
Caca : “Ayo!”
Caca : “Kak Milka, lapor, dua anggota saya hilang saat mencari air di sungai”
Pembimbing : “ Baik laporan saya terima, terimakasih”
Azzahra : “Kami boleh ikut mencari?”
Pembimbing : “Tidak usah, sebaiknya kalian jaga teman teman kalian yang lain, biar kakak dan beberapa polisi ini yang mencari”
Azzahra : “Baiklah kak”
Malampun tiba, Aya dan Andari belum juga ditemukan. Semua anak sudah tertidur lalap. Dan...
Hantu : “Kok sepi sekali ya? kemana mereka semua? eh penonton, kalian tau kemana murid murid? kok tidak ada semua ya? aaa, ada raksasa. hem hem, raksasa? itukan Caca Choco si pemilik coklat, ah ini kesempatanku untuk beraksi lagi, aku sudah tak sabar untuk menikmati coklat milik caca. aku ambil ahh. emm enak sekali coklat ini. Ada yang mau penonton? enak saja. ini hanya untuk setan yang paling cantik di dunia ghaib dan di akhirat, hihihihih”
Saat pagi hari tiba, di rumah kurcaci, Aya, Andari, Kurcaci Imut dan kakaknya sudah bangun. Rencananya kurcaci kurcaci ituakan membantu Aya dan Andari untuk kembali bersama rombongannya.
KI : “Ayo, kita segera mencari rombongan kalian. aku dan kakakku tau dimana tempat yang biasanya dikunjungi oleh para manusia dari kota”
Aya : “Baiklah, ayo”
Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan kakak pembina dan polisi.
Andari : “Lihat, itu kak Milka”
Aya : “Wah iya”
KL : “Alhamdulillah, akhirnya kalian kembali ke rombongan juga”
Aya : “iya Alhamdulillah”
Andari : “Kak Milkaaa”
Pembina : “Hai, Andari, Aya. Kemarilah, ajak juga dua temanmu itu”
Aya : “OK kak, ayo teman teman kita kesana”
KI : “Ayoo”
Mereka menghampiri kakak pembina
Pembina : “Alhamdulillah, akhirnya kalian kembali juga”
Aya : “Kak kenalkan, mereka kurcaci Imut dan kurcaci Lucu, mereka yang sudah menemani aku dan Andari selama hilang”
Andari : “Iya kak mereka juga memperbolehkan kami tidur di rumah mereka, rumah mereka unik kak”
Pembina : “Hai kurcaci Imut, hai kurcaci Lucu. Terimakasih ya, kalian telah menemani adik adik kakak untuk mencari kakak”
KI : “Iya, sama sama kak”
Pembina : “Baiklah, ayo kita kembali ke rombongan, dan melakukan kegiatan”
KL : “Aya, Andari, tunggu. kalian jangan pergi. aku sangat menyayangi kalian. tetaplah disini bersama aku dan kurcaci Imut. jangan pergi”
Pembina : “Maaf ya kurcaci Lucu, kami harus kembali, rombongan kami sudah menunggu disana”
KL : “Jangan pergi Aya, Andari. aku menyayangi kalian. aku akan kesepian kalau tidak ada kalian, kalian teman terbaik yang pernah aku miliki selama ini. tetaplah disini bersama kami”
KI : “sudahlah kak, mereka berbeda jenis dengan kita, mereka harus pulang. kakak kan masih punya aku”
Pembina : “Begini saja, bagaimana kalau kalian menjadi adik dari kakak, Aya, dan Andari? apa kalian mau?”
KL : “Loh apa kalian ini kakak adik?”
Pembina : “Iya, kami kakak adik, sebenarnya Aya dan Andari itu anak kembar, tetapi anehnya muka mereka tidak ada miripnya sama sekali”
KI : “Oh, begitu, kami mau menjadi adik kalian”
Pembina : “Kalau begitu, ayo kalian ikut kami kembali”
Aya : “Ayo kurcaci, kami akan mengajari kalian cara hidup manusia”
Kurcaci : “Ayo”
Merekapun kembali ke rombongan, tak terasa sudah saatnya pulang. Para anggota pramuka sedang membereskan barang barangnya. Terlihat ada seorang anggota sedang kebingungan.
Caca : “Ahhhhh, coklatku hilang lagiiiii”
Azzahra : “Ada apa sih sahabatku?”
Caca : “Coklatku hialng 10 bungkus”
Azzahra : “Coklat, coklat, coklat, hahahah. pikiranmu itu coklaaat terus”
Caca : “Jangan meledek begitu donk! aku bisa mati kepanasan kalau tidak makan cokat dari mamaku itu”
Azzahra : “Lihat, itu ada anak yang sedang makan coklat milikmu”
Caca : “Ayo kita hampiri dia!”
Hantu : “hihihihihi, enak sekali coklat milik caca ini”
Caca : “Hai, ternyata kamu yang selama ini sudah mencuri coklat coklat ku, dasar kamu pencuri, loh kok gak bisa dipukul ya?”
Azzahra : “Jangan jangan, dia se...se s.e...se..se tttannnn”
Caca : “Llla..rrriiiiii”
Pembina : “Ayo adik adik, kita kembali, Caca, Azzahra, ayo cepat masuk ke dalam bis”
CA : “AAAAAAAAAAAA, tolong”
Hantu : “hihihihihi, setan kok dilawan. Loh, tapi nanti aku di tinggal. eh tunggu akuuuu”
Pesan Moral :
- Jangan suka menjaili teman kita
- Orang yang tidak kita kenal belum tentu jahat
- Jangan pergi tanpa didampingi orangtua saat di tempat yang berbahaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar