I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sahabat quh

Sahabat quh
Sahabat adalh segalanya bagi qu

Sabtu, 18 Desember 2010

Tentang Rasa_Astrid

Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu

Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya

Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa

Dapatkah selamanya kita bersama
 Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya

Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Dapatkah selamanya kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya

Jumat, 17 Desember 2010

Si Pencuri Misterius

Caca adalah anak yang paling doyan makan cokelat. Jadi, ya wajar bila teman-teman menjulukinya si CacaCoco. Nah, belakangan ini di SD PURESAMIA tempat Caca sekolah, sedang heboh berita tentang adanya setan kecil yang pernah menampakkan dirinya. Bersamaan dengan mulai hebohnya berita itu, Caca juga sering kehilangan coklatnya.
Rifda : “Hai teman teman, ternyata di sekolah kita ada penunggunya!”
Aya : “What? Penunggu?”
Andari : “Iya, penunggu. Apa kamu belum tau, berita tentang setan yang menampakkan dirinya kemarin di sekolah kita ini?”
Aya : “O, itu. Aku sudah tau sich dari teman-teman, tapi aku masih tidak percaya, n masih bingung”
Rifda : “Itu beneran Aya, kamu harus percaya, emm kalau tidak nanti kamu yang jadi korban berikutnya, hiii seremmm”
Andari : “Hah? korban selanjutnya? apa maksudmu rif?
Rifda : “Hahahaha”
Aya : “ Mungkin Rifda sudah gila”
Rifda : “Ehhh jangan gitu donk!! aku masih waras 100%, maksudku, nanti Aya yang akan di bayang-bayangi sama hantu itu”
Aya : “Aduh, aku takut bangetttt, kamu jangan doain aku ketemu hantu”
Rifda : “Makannya, kamu harus percaya adanya hantu itu!”
Andari : “Emm iya Aya, apa yang Rifda bilang itu beneran loh! hihihihi”
Aya : “Aduh, rasanya aku pengen ngompol dech, aku mau ke kamar mandi dulu ya, udah gak tahan nich”
Andari : “Silahkan, tapi hati-hati ketemu sama si setan ya!!”
Aya : “Huhh”
Aya pun pergi ke kamar mandi dengan tergesah-gesah, Caca dan Azzahra yang keherananpun bertanya pada Andari dan Rifda
Caca : “Eh, si Aya kenapa? kok seperti tergesa-gesa? mau kemana dia?”
Rifda : “ Hihihi, si Aya lagi kebelet, dia abis kita jailin”
Azzahra : “Jailin apa?”
Andari : “Kalian taukan si Aya itu sangat takut sekali dengan yang namanya hantu?”
C&A : “Iya kami tau”
Caca : “Loh kok bareng?”
Azzahra : “Mungkin kita memang sehati”
Rifda : “Sudah sudah, mau tau nggak?”
Azzahra : “Iya kami ingin tau”
Andari : “Tadi kami menakutinya bahwa ia akan bertemu hantu, habis, dia tidak percaya adanya hantu di sekolah kita ini sih”
Caca : “O iya, aku lagi bingung nih temen temen”
Rifda : “Bingung kenapa ca?”
Caca : “Belakangan ini bersamaan dengan tampaknya hantu di sekolah kita, coklat coklat coklatku sering hilang”
Andari : “Lalu kamu anggap, bahwa pencuri coklatmu itu...”
Caca : “Iyap, betul”
Rifda : “Tapi aneh, tidak mungkin dia suka coklat”
Azzahra : “Ah, sudahlah ca. relakan saja coklatmu itu”
Caca : “Tidak bisa, tubuhku rasanya sangat panas jika tidak makan 25 bungkus coklat setiap harinya”
Andari : “Astaghfurullah, 25 bungkus coklat? setiap hari? makannya tubuhmu gendut seperti ini”
Aya : “Haduh lega, eh teman teman tadi bu Ani bilang besok kelas 6 champing selama 3 hari di hutan BEDIAHAMA, yang terkenal dengan keindahannya itu loh”
Azzahra : “Wow, I like it”
Rifda : “O iya ayo kita cari guru saja, kok dari tadi gurunya belum datang juga ya?”
Semua : “Ayo”
Keesokan harinya, mereka berkumpul di sekolah, dan berangkat menggunakan bis. Sang hantu sepertinya sangat ingin selalu dekat dengan murid murid kelas enam, akhirnya ia ikut ke hutan. Sesampainya di hutan
Pembimbing : “Adik adik, sekarang silahkan buat tenda masing regu satu”
Murid : “Baik kak”
Azzahra : “Teman teman, ayo kita pasang tenda disini saja”
Rifda : “Ayo”
Andari : “eh teman teman, aku dan Aya akan mencari air dulu ya, kira kira sungai ada dimana ya?”
Aya : “Ayo kita tanya ke kak Milka saja”
Andari : “O iya, ayo”
Caca : “Eh an, ya, jangan lupa bawa kompas, supaya tidak tersesat, OK?”
AA : “Wokai”
Akhirnya, mereka berangkat mencari air berdua. Tetapi..
Aya : “Emm, tadi kita ke arah mana ya? aku lupa”
Andari : “Wah, bagaimana ini, aku juga lupa”
Aya : “Hah? kita tersesat!”
Andari : “Aduh, gimana ini? hiks ma..ma..”
Aya : “Udah, jangan cengeng. ayo kita cari jalan keluar saja”
Andari : “Ayo”
Aya : “Dengar Andari ada suara anak kecil tertawa, apa itu teman teman kita?”
Andari : “Hiks, mudah mudahan iya”
Mereka menghampiri asal suara itu.
Andari : “Siapa mereka?”
Aya : “Aku juga tidak tau, mereka sangat aneh, dan sepertinya mereka jahat”
Andari : “Iya, aku takut nih”
Kurcaci Imut (KI) : “Hai, siapa kalian?”
Andari : “Hah? Ayaaaaa, aku takuuuttt”
Aya : “Hai juga, kami dari kota yang sedang berkunjung kemari, kami tersesat saat mencari air disini”
Kurcaci Lucu (KL) : “Oh, begitu, mari mendekat. Tidak usah takut. Kami tidak akan memakan kalian kok”
Aya : “Andari sepertinya mereka baik, ayo kita mendekat”
Andari : “Tidak, aku takut”
Aya : “Ya sudah, aku mau kesana ah”
Andari : “Aya aku takut”
KL : “Hai, kenalkan aku kurcaci Lucu, dan ini adikku, kurcaci Imut”
KI : “Hai, nama kalian siapa?”
Aya : “Namaku Aya, dan ini temanku Andari”
KI : “Aya, mengapa temanmu gemetar begitu?”
Aya : “Hihihi dia takut pada kalian”
KL : “Oh, tidak usah takut, kami baik kok. Em bagaimana ceritanya kalian bisa tersesat disisni?”
Aya menceritakan semuanya pada Kurcaci tersebut. Dan sepertinya dua Kurcaci itu siap membantu mereka. Di tempat champing, semua sedang bingung mencari Aya dan Andari.
Rifda : “Ini sudah hampir petang, tetapi Aya dan Andari belum kembali juga, bagaimana ini?”
Azzahra : “Iyanih, gimana ini ca? Kamu kan pemimpin regu, ca, caaaaa, cacaaaaaaaaaa”
Caca : “Ada apa sih Zahra? coklatnya enak bangetnih”
Rifda : “Caca, caca. kamu ini pemimpin regu tapi tidak tanggung jawab banget sih”
Azzahra : “Aya dan Andari hilang ca, apa yang sebaiknya kita lakukan?”
Caca : “Hah? hilang? Aya? Andari? hilang?”
Rifda :”Iyaaa”
Azzahra : “Bagaimana kalau kita lapor ke kak Milka saja?”
Caca : “Ayo!”
Caca : “Kak Milka, lapor, dua anggota saya hilang saat mencari air di sungai”
Pembimbing : “ Baik laporan saya terima, terimakasih”
Azzahra : “Kami boleh ikut mencari?”
Pembimbing : “Tidak usah, sebaiknya kalian jaga teman teman kalian yang lain, biar kakak dan beberapa polisi ini yang mencari”
Azzahra : “Baiklah kak”
Malampun tiba, Aya dan Andari belum juga ditemukan. Semua anak sudah tertidur lalap. Dan...
Hantu : “Kok sepi sekali ya? kemana mereka semua? eh penonton, kalian tau kemana murid murid? kok tidak ada semua ya? aaa, ada raksasa. hem hem, raksasa? itukan Caca Choco si pemilik coklat, ah ini kesempatanku untuk beraksi lagi, aku sudah tak sabar untuk menikmati coklat milik caca. aku ambil ahh. emm enak sekali coklat ini. Ada yang mau penonton? enak saja. ini hanya untuk setan yang paling cantik di dunia ghaib dan di akhirat, hihihihih”

Saat pagi hari tiba, di rumah kurcaci, Aya, Andari, Kurcaci Imut dan kakaknya sudah bangun. Rencananya kurcaci kurcaci ituakan membantu Aya dan Andari untuk kembali bersama rombongannya.
KI : “Ayo, kita segera mencari rombongan kalian. aku dan kakakku tau dimana tempat yang biasanya dikunjungi oleh para manusia dari kota”
Aya : “Baiklah, ayo”
Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan kakak pembina dan polisi.
Andari : “Lihat, itu kak Milka”
Aya : “Wah iya”
KL : “Alhamdulillah, akhirnya kalian kembali ke rombongan juga”
Aya : “iya Alhamdulillah”
Andari : “Kak Milkaaa”
Pembina : “Hai, Andari, Aya. Kemarilah, ajak juga dua temanmu itu”
Aya : “OK kak, ayo teman teman kita kesana”
KI : “Ayoo”
Mereka menghampiri kakak pembina
Pembina : “Alhamdulillah, akhirnya kalian kembali juga”
Aya : “Kak kenalkan, mereka kurcaci Imut dan kurcaci Lucu, mereka yang sudah menemani aku dan Andari selama hilang”
Andari : “Iya kak mereka juga memperbolehkan kami tidur di rumah mereka, rumah mereka unik kak”
Pembina : “Hai kurcaci Imut, hai kurcaci Lucu. Terimakasih ya, kalian telah menemani adik adik kakak untuk mencari kakak”
KI : “Iya, sama sama kak”
Pembina : “Baiklah, ayo kita kembali ke rombongan, dan melakukan kegiatan”
KL : “Aya, Andari, tunggu. kalian jangan pergi. aku sangat menyayangi kalian. tetaplah disini bersama aku dan kurcaci Imut. jangan pergi”
Pembina : “Maaf ya kurcaci Lucu, kami harus kembali, rombongan kami sudah menunggu disana”
KL : “Jangan pergi Aya, Andari. aku menyayangi kalian. aku akan kesepian kalau tidak ada kalian, kalian teman terbaik yang pernah aku miliki selama ini. tetaplah disini bersama kami”
KI : “sudahlah kak, mereka berbeda jenis dengan kita, mereka harus pulang. kakak kan masih punya aku”
Pembina : “Begini saja, bagaimana kalau kalian menjadi adik dari kakak, Aya, dan Andari? apa kalian mau?”
KL : “Loh apa kalian ini kakak adik?”
Pembina : “Iya, kami kakak adik, sebenarnya Aya dan Andari itu anak kembar, tetapi anehnya muka mereka tidak ada miripnya sama sekali”
KI : “Oh, begitu, kami mau menjadi adik kalian”
Pembina : “Kalau begitu, ayo kalian ikut kami kembali”
Aya : “Ayo kurcaci, kami akan mengajari kalian cara hidup manusia”
Kurcaci : “Ayo”
Merekapun kembali ke rombongan, tak terasa sudah saatnya pulang. Para anggota pramuka sedang membereskan barang barangnya. Terlihat ada seorang anggota sedang kebingungan.
Caca : “Ahhhhh, coklatku hilang lagiiiii”
Azzahra : “Ada apa sih sahabatku?”
Caca : “Coklatku hialng 10 bungkus”
Azzahra : “Coklat, coklat, coklat, hahahah. pikiranmu itu coklaaat terus”
Caca : “Jangan meledek begitu donk! aku bisa mati kepanasan kalau tidak makan cokat dari mamaku itu”
Azzahra : “Lihat, itu ada anak yang sedang makan coklat milikmu”
Caca : “Ayo kita hampiri dia!”
Hantu : “hihihihihi, enak sekali coklat milik caca ini”
Caca : “Hai, ternyata kamu yang selama ini sudah mencuri coklat coklat ku, dasar kamu pencuri, loh kok gak bisa dipukul ya?”
Azzahra : “Jangan jangan, dia se...se  s.e...se..se tttannnn”
Caca : “Llla..rrriiiiii”
Pembina : “Ayo adik adik, kita kembali, Caca, Azzahra, ayo cepat masuk ke dalam bis”
CA : “AAAAAAAAAAAA, tolong”
Hantu : “hihihihihi, setan kok dilawan. Loh, tapi nanti aku di tinggal. eh tunggu akuuuu”

Pesan Moral :
  1. Jangan suka menjaili teman kita
  2. Orang yang tidak kita kenal belum tentu jahat
  3. Jangan pergi tanpa didampingi orangtua saat di tempat yang berbahaya

Preman Kok Takut Ustad

Saat di kelas, hanifah sedang bersiap untuk pulang. Tiba tiba…
Fuad  :”Hy nif, hari kamis lalu kamu masuk ndak?”
Hanif :”Ndak, emangnya kenapa?”
Fuad  :”Ituloh pr matematika yang diberikan pak Ari.Kamu udah dapet klompok?”
Hanif :”Oh iya aku lupa, aku belum ngerjain.”
Fuad  :”wah kebetulan kalau gitu kamu mau gak kelompokan sama aku?”
hanif; boleh, kalau begitu kita ngerjain di rumah ku ya”
fuad: “ okelah kalau begitu”
Akhirnya merekapun bekerja kelompok di rumah hanifa
fuad: “Huh, akhirnya selesai juga”
hanifah: “Alhamdulillah”
fuad: “Kalau gitu aku pulang dulu ya assalamualikum”
hanif: “Waalaikumsalam, eh eh tunggu ad.Di suruh beli jamu di warung depan gang sana”
fuad: “Oh ya sudah kalau gitu aku temenini mau gak?”
hanif: “Ya memang itu maksud ku”
Mereka berjalan menuju depan gang. Hanif menceritakan pada Fuad, bahwa biasanya di depan gang itu ada preman yang lagi nongkrong. Tapi, ternyata ada sesuatu yang mereka temukan.
fuad: “Hey nif, apa itu?”
hanif: “Mana sih?”
Fuad : “Itu loh, masak gak lihat sih”
Hanif : “Yang mana sih?”
Fuad : “Awas!”
Hanif : “Kenapa?”
Fuad : “Huh, untung aja hpnya gak kamu injak”
Hanif : “Oh, ini toh”
Preman1 : “Hahahahaha, halo sayang, ketemu lagi kita”
Preman2 : “Hahahah, ayo, seperti biasa”
Hanif : “Haduh, ad. Gimana nih? mereka itu preman yang jahat banget”
Fuad : “Haha? Aduh, gimana dong nih?”
Preman 2 : “Kayaknya ada yang bawa hp tuh”
Preman 1 : “Boleh juga, sini. berikan pada kami hp itu”
Hanif : “Haduh jangan dong mas, ini bukan milik kami”
Preman 1 : “Sudah, mana berikan saja”
Fuad : “Tidak boleh, kalian tidak boleh merampas milik orang lain, itu berdosa”
Preman 2 : “Gaya lo, udah kayak ustad Ali aja”
Preman 1 : “Iye nih, masih kerdil aje gaya”
Hanif : “Tolong!! lontong!!”
Fuad  : “Tolong, help we!”
Preman 1 : “Percuma lo n lo minta tolong, gak ada orang disini, paling cuma ada tukang jamu gila itu, mendingan kalian nurut aje deh mae kite”
Hanif : “Biarin, pokoknya hp ini gak boleh untuk kalian”
Fuad : “Iya, sekali gak boleh, tetep gak boleh”
Preman 2 : “Kayaknya kalian ini minte dijahar ye?”
Preman 1 : “Ayo kite hajar aje”
Hanif : “Aduhh!!! Toloonggg!! Help weee”
            Preman itu memukuli Hanifa dan Fuad, Mbok jamu yang kasihan pada mereka, berusaha untuk melerai. Tepapi itu tak berhasil, mbok jamu terus berfikir bagaimana cara untuk melerai mereka, akhirnya...
Mbok Jamu(MJ): “Aha, aku celuk wae ustad Ali, preman-Preman iku kan wedi karo ustad Ali”
            Akhirnya ustad Ali datang dan menegur preman
Ustad Ali (UA): “Assalamualaikum”
Preman 1 : “Wal’alaikum salam, rasa rasanye ada suare ustad Ali nih yan”
Preman 2 : “Iye, jangan jagan...”
UA : “Ngapain kalian berdua ame bocah-bocah ini?”
Preman 1 : “O, gak kok, gakk gak papap. Kite cuma ngerapihin bajunye mereka doang kok, ye?”
Hanif : “Nggak uastad, tadi mereka mau ngerampas Hp ini, terus karena kita gak mau, akhirnya mereka pukulin kita”
Fuad : “Iya ustad betul itu”

Kasus Pabrik BRYGHAWEAS


  Pagi ini adalah pagi yang cerah, seorang petani sudah memulai pekerjaannya.
Bu Tani: “Pagiku cerahku, matahari bersinar, ku tanam tanamanku, di sawah. Oh tanaman kecilku tumbuhlah dengan subur, agar bisa menjadi tanaman beguna. lalala...”
Fira :  “Bu tani, ibu lagi ngapain sih kok nyanyi-nyanyi?”
Bu Tani : “oh kowe toh fir. aku lagi nanem tumbuhan iki lo!”
Fira : “O, I bantuin mau?”
Bu tani : “Ojo engko, aku diseneni karo ibu mu, ibumu kan bu RT”
Fira : “ diseneni? what is diseneni? apa gak sekalian di rabui, diminggui, and lainnya?”
Bu tani : “Huvhhh diseneni ae ora ngerti. diseneni is di marahin!”
Fira : “O, emm indak kok, my mom khan baik hati and tidak sombong gituloh”
Bu tani : “Ana-ana wae kowe iki fir. yo wez ora popo, lek kowe gelem, saiki ibu arep ngekei pupuk lan pestisida”
Fira :” okelah kalau begitu”
Firapun mendatangi bu tani, dan membantunya.
Bu tani : ayo fir awake dewe mupuki taneman iki. lan supaya ora kena hama, kudu disemprot pestisida.”
Fira : “let’s go!”
Fira dan bu tani memberi pupuk dan menyemprotkan pestisida pada tanaman itu. Tetapi tiba-tiba...
Fira : “wait wait!”
Bu tani : “Apa iku wait wait?”
Fira : “ Ndeso!! wait wait itu artinya tunggu tunggu!”
Bu Tani :” o, lha kenapa kok tunggu? ibu ora arep ninggal kok!”
Fira : :” Bukan itu maksudnya!!”
Bu tani :” Lah terus kenapa?”
Fira :” aku jadi ingat sesuatu! kata guruku, penggunaan pestisida dan pupuk buatan itu tidak baik!”
Bu tani :” Lah emange kenapa, kan supaya tenaman iku subur dan ora ana hama! dadine dipupuk lan disemprot sing akeh wae!”
Fira :” NO!! jangan!! itu tidak baik. penggunaan pestisida berlebihan bisa membuat hama menjadi kebal! setiap disemprot, hama itu akan membuat antibodi dan lama kelamaan kan menjadi kuat!”
Bu tani : “O ngono toh! pinter kowe fir”
Fira :” iya donk, fira!!”
Di tempat lain, ada seorang penebang pohon yang menebangi pohon di hutan brimisiana dengan sembarangan, ternyata penebang pohon itu adalah seorang karyawan dari sebuah pabrik yang akan dibangun. Pabrik itu bernama bryghaweas.
PP : “pohon tumbang, pohon tumbang, oh bagus sekali... satu dua tiga empat, tumbang semuah!!! senang senang hatiku senang pekerjaanku selesai! hem hem hem hem...”
Tiba-tiba datanglah seorang warga yang tinggal di desa dekat hutan itu.
Warga 1 : “ hey penebang pohon, perbuatanmu itu sangat tercela”
PP : “ memangnya kenapa??”
Warga 1 : ” beta ingatkan kamu, apa kamu tau bencana banjir yang sedang marak di televisi?”
PP : “ Taulah memang kenapa?”
Warga 1 :” itulah akibat penebangan pohon secara liar. seperti yang sudah kamu lakukan itu!”
PP :” Lalu bagaimana ini?”
Warga 1 :” Begini saja, ayo beta bantu kamu melakukan reboisasi”
PP :” tapi, hutan ini sudah akan dijadikan pabrik, lalu dimana kita mau melakukan reboisasi?”
Warga 1 :” Kita dapat melakukannya di manapun, asalkan ada lahan yang kosong!”
PP :” Baiklah ayo!”
Mereka pergi mencari lahan kosong untuk melakukan reboisasi. Hutan brimisianapun telah menjadi sebuah pabrik makanan bernama bryghaweas. Pabrik itu membuang limbahnya ke sungai. sungai itu mengalir hingga sampai ke desa enam be. Warga menjadi tidak nyaman akan hal ini.
Warga 2 : “Wah kalau dibiarkan begini terus, desa kita akan menjadi kotor dan bau jeng rt!”
Bu rt :” iya nich, apa yang harus kita lakukan ya jeng?”
Pak rt : “sebaiknya saya harus mengadakan rapat dengan warga”
Warga 2 : “kita demo saja pak !”
Pak rt :”kita tidak boleh melakukan itu, masalah ini bisa deselesaikan secara baik baik”
Bu rt : “tapi ini sudah kelewatan pi! membuang limbah di sungai dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. dan desa kita menjadi bau plus kotor begini!”
Fira : “kenapa sih mam ?”
Bu rt : “ini loh nak sungai kita tercemar oleh limbah pabrik makanan itu!”
Fira : “em, ok kalau gitu I kumpulkan temen-temen, and melakukan demo!”
warga 2 : “setuju!!, ayo fir, ibu juga mau demo nih. ibu kumpulkan warga warga, dan kamu kumpulkan teman teman mu ya!!”
Fira : “wokailah”
Pak rt : “waduh bahaya!”
bu rt : “sudahlah pak!”
Setelah warga berkumpul, mereka langsung menuju pabrik makanan itu. Tepat saat itu pemilik pabris sedang berada di luar dan mau masuk. lalu
warga 2 : “hey pemilik pabrik, STOP pembuangan limbah ke sungai, atau kami hancurkan pabrik ini”
warga : “Iya ayo hancurkan, ayo ayo....”
P.pab : “tunggu tunggu sabar, ada apa ini?”
Fira : “ pak, jangan mentang mentang banyak uang bapak jadi seenaknya begini, membuang limbah pabrik di sungai sudah mengakibatkan desa kami kotor. dan sungaipun tercemar.”
Bu Tani : “ iya, air sungai juga wis ora bisa digawe kanggo ngairi sawah maneh, petani kebingungan gawe ngairi sawahe!”
P.pab :” waduh gawat nich”
bu rt : “sebaiknya bapak mengolah kembali limbah itu. jadi tidak terlalu banyak limbah yang terbuang.”
P.pab : “baiklah baiklah, saya mewakili seluruh yang bekerja di pabrik ini minta maaf, karena sudah meresahkan warga, saya berjanji akan mendaur ulang limbah pabrik ini”
warga : “gitu donk! huuu”
Akhirnya warga pulang dan semenjak kejadian itu desa enam be menjadi sejuk, dan bersih kembali. pabrik bryghaweas juga dapat memproduksi barang lebih banyak dari hasil pengolahan limbah.

Timun Emas

Pada zaman dahulu, di sebuah desa. hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok sirni. Setiap hari mbok sirni mengumpulkan kayu di hutan dekat rumahnya. Suatu hari mbok sirni sudah mulai kelelahan.
Mbok S:“ Huvh.. seandainya aku mempunyai seorang anak yang bisa membantuku, pasti aku tidak akan sampai selelah ini!”
Tiba-tiba bumi bergetar
Raksasa:”Hahaha, mbok sirni, tadi aku mendengar suaramu yang berisik sekali hingga mangganggu tidur siangku. Aku dengar kau ingin punya anak ?”
Mbok S:”Iya betul raksasa, maafkan aku telah menganggumu”
Raksasa:”Aku bisa memberimu anak, tapi aku mempinyai satu syarat, yaitu kau hanya dapat merawat anak itu selama 17 tahun saja. Setelah itu anakmu akan menjadi santapanku, hahahaha, bagaimana kau setuju?”
Mbok S:”Kenapa raksasa? Aku tidak tega memberikan anakku untuk menjadi santapanmu, aku ingin merawat anak itu selamanya”
Raksasa:”kalu kau tidak mau tak apa, tapi kau tidak akan mempunyai anak selamanya”
Mbok Sirni terdiam.
Raksasa:”Baiklah aku beri kau waktu 2 hari saja untuk memikirkan jawabanmu setelah itu aku akan mendatangi rumahmu untuk menagih jawabanmu”
Mbok S:”terimakasih raksasa”
Mbok sirni pulang kerumah dengan wajah bingung. Di rumah, mbok Sirni terus memikirkan hal ini hingga tidak bisa tidur.
Mbok S:”Bagaimana ini? Aku sangat ingin punya anak, tapi setelah umur 17 tahun anakku akan menjadi santapan raksasa itu”
2 haripun berlalu, raksasa datang untuk menagih jawaban dari mbok sirni.
Raksasa:”mbok sirni bagaimana jawabanmu?”
Mbok S:”ya saya setuju raksasa”
Raksasa:”terimakasih mbok sirni telah menyetujui, ini adalah biji mentimun, tanamlah biji ini dan rawatlah dengan baik.2 bulan kemudian biji ini akan berbuah. Tapi kau masih ingat syaratku?”
Mbok S:”iya saya masih ingat, terimakasih raksasa”
Raksasa pergi meninggalkan mbok Sirni. Dengan semangat dan penuh harap, mbok Sirni menanam biji itu sesuai petunjuk raksasa.
Mbok S:”mudah-mudahan biji ini tumbuh menjadi anak yang baik”
2 bulan kemudian mbok Sirni mendapatkan keajaiban, biji mentimun yang ditanamnya telah berbuah menjadi seorang bayi wanita yang sangat lucu dan imut. Tahun demi tahun berganti, ketakutan mbok Sirni semakin menjadi. Lalu mbok Sirni teringat bahwa di gua dekat desanya ada seorang pertapa yang sangat baik dan sakti.
Mbok S:”maaf pertapa, apa saya dapat berbicara sebentar?”
Pertapa:”Ada apa mbok?”
Mbok S:”Saya sedang barada dalam bahaya, anak saya akan dimakan raksasa pada umurnya yang ke17 tahun nanti, sedangkan tinggal 1 hari lagi dia akan ulang tahun”
Pertapa:”baiklah, bawalah kantung ini”
Mbok S:”kantung apa ini?”
Pertapapun menjelaskan isi dan kegunaan kantung itu. Mbok Sirni langsung pulang dan memberi tahu kepada timun emas akan hal ini. Keesokan harinya bumi nampak bergetar.
Raksasa:”hahaha, mbok sirni aku ingin menagih janji”
Mbok S:”Tapi sekarang timun emas sedang pergi, tunggu sebentar ya!”
Setelah beberapa lama menunggu timun emas tidak datang juga. Raksasa marah karena merasa sudah dibohongi. Lalu Raksasa pergi mencari Timun emas. Tapi kemudian raksasa hampir berhasil menagkap timun emas yang ditemani oleh tetangganya.
Raksasa:”Mau lari kemana kamu timun emas?”
Tetangga:” timun cepat lemparkan cabai ke tanah”
Timun Emas:”baiklah”
Seketika itu cabai yang di lemparkan timun emas ke tanah menjadi pohon dengan ranting yang berduri, raksasa berteriak kesakitan.
Raksasa:”tolong, Awas kamu timun emas kau akan langsung ku santap”
Timun Emas:”Maafkan aku raksasa”
Tetangga:” timun ayo cepat”
Raksasapun berhasil lolos dari pohon berranting duri itu dan kembali mengejar timun emas.
Timun Emas:” Wah bagaimana ini, raksasa itu sudah dekat”
Tetangga:” Cepat lemparkan terasi udang itu”
Timun Emas:”o iya, baiklah”
Tetangga:” Cepat timun”
Timun emas segera melemparkan terasi udang ke arah raksasa, seketika itu pula terhampar sebuah danau lumpur yang menghisap  tubuh raksasa. Akhirnya raksasa meninggal. Timun emas berterimakasih pada sahabatnya.
Timun Emas:” Terimakasih sahabatku, kau telah menemaniku untuk melawan raksasa jahat itu”
Tetangga:” Sama sama, itulah yang namanya seorang sahabat menemani di saat senang dan sedih”
Mereka bersyukur kepada Allah karena akhirnya mereka dapat hidup bahagia.

Naskah drama 2 orang

Banjir Jakarta

Azza:”Hai..hui..hei..hoi. ada banjir! Aku takut! Awas ada
 banjir!!!.”
Milka:”Hei! Ada apa? Rame banget, bikin aku tidak konsentrasi
  aja! Beritanya lagi bagus nih.”
Azza:”Ada banjir tau!”
Milka:”Banjir? Dimana banjir? ”
Azza:”Em.. dimana ya?”
Milka:”Hey kamu ini tukang boong ya? Banjirnyakan ada di
  Jakarta bukan disini.”
Azza:”Betul itu! Anak pintar”
Milka:”Jakarta sama Malang itu beda jauh! Jadi banjirnya tidak
  akan sampai ke sini.”
Azza:”Terus kanapa banjirnya cuman di Jakarta? Apa sih
           penyebabnya banjir?”
Milka:”Huvh, ketinggalan jaman banget sih!!! Banjir itu banyak
   banget penyebabnya contohnya banyaknya sampah di
   sungai, hutan yang gundul, dan masih banyak lainnya. Saat
   aku ke Jakarta aku menjumpai banyak sekali sungai yang
   tercemar.”
Azza:”O... berarti banjir itu disebabkan oleh perbuatan manusia
  sendiri ya.”
Milka:”Iya Allah memberi cobaan pada manusianya karena Allah
  sudah marah dengan perilaku manusia.”
Azza:”Ihhh takut, ah aku akan jaga kota Malang ini dengan baik.”
Milka:”Bagus itu! Tapi aku juga ikutan marah sama masyarakat
 Jakarta yang belum sadar untuk menjaga lingkungan
 sekitarnya.”
Azza:”Wah betul juga ya, Milka memang pintar.”
Milka:”Ya iyalah Milka gituloh!”
Azza:”Ops salah maksudku Azza memang pintar! Bukan Milka
 yang pintar!”
Milka:”Azza awas kamu ya!!!”
Azza:”Wah ada gajah marah nih llllariiii”

Senin, 13 Desember 2010

Kepemimpinan Nasional, Dari Jogja untuk Indonesia

Isu politik nasional yang menyeret Sri Sultan Hamengku Buwono XI maju ke RI I terus bergulir. Namun tarik ulur antar kepentingan dari pihak yang siap menggususung Sultan maju ke RI 1 dan pihak yang bersiskukuh memepertahankan Sultan tetap menjadi kepala daerah Jogajakarta masih terjadi.
Hal tersebut mengemuka dalam sebuah seminar yang digelar The Indonesian Power for Democrasy (IPD) di Kampus UGM, Jogjakarta, pekan silam. Hadir sebagai pembicara diantaranya dosen politik UKDW J.Kristiadi, dosen politk UGM Iketut Permana, sejarahwan Yogykarta PJ. Sujarwo, dan pengamat ekonomi Faisal Basri.
J. Kristiadi menilai bahwa sosok Sultan sangat berpeluang maju ke RI 1. Hasil survey menempatkan posisi Sultan berada di urutan ketiga setelah Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun kepastian Sultan untuk berkata secara terbuka mengenani keinginan dirinya menjadi Capres harus segera di utarakan. “Ini persoalan politik bukan batinan, jadi harus ada pernyatan yang jelas dari Sultan,”Ucap Kristiadi. Faisal Basri menilai para pemimpin Indonesia mengalami krisis ideologis  pasca pemerintahn Soekarno, bahkan saat ini banyak sekali muncul tokoh-tokoh politik yang lebih mengkampanyekan dirinya dari pada ideologi yang di usungnya. Sehingga kata Faisal, bila masyarakat Yogya dan Sri Sultan sudah siap maju menjadi Capres maka ideology yang diusungnya harus segera dimunculkan.
Iketut Permana mengomentari  dari segi konsep kepemimpinan dirinya  menilai system kepemimpinan yang berjalan hingga saat ini tidak bisa menciptakan sosok pemimpin seperti founding father.
Lebih lanjut Iketut menyarankan bagi siapapun yang nantinya terpilih menjadi presiden harus berani menyatakan manifesto “dari rakyat untuk rakyat dan demi rakyat”, yang dalam bahasa Faisal seorang pemimpin  harus memahami rakyat bukan rakyat yang harus memahami pemimpin.

Keistemewaan Jogja
Sementara itu PJ. Sujarwo mengatakan dalam aspek histories sebenarnya perlu dilihat bahwa Jogyakarta berperan penting dalam mempertahankan kedaulatan republik Indonesia sehingga RUU keistemewaan yang diusungkan masyarakat Yogyakarat tidak perlu menjadi kecemburuan daerah lain. “Namun senyatanya justru pemerintah pusat dinilainya telah menghambat RUU Keistimewaan Yogyakarta bisa kelar dengan membuat RUU tandingan yang itu jauh dari akar pemahaman mengenai  sejarah Yogya” tuturnya. (Lutsfi Siswanto)